Testimoni: SIARAN DIGITAL TV DENGAN ANTENA UHF DAN RECEIPER SET TOP BOX DVBT2

Testimoni: SIARAN DIGITAL TV DENGAN ANTENA UHF DAN RECEIPER SET TOP BOX DVBT2

Pada kesempatan ini saya akan membagi pengalaman dan informasi seputar pertelevisian di indonesia pada saat ini. Dan pembahasan ini saya khususkan kepada saluran televisi digital terestrial yang ada di indonesia pada tahun 2015. Namun saya juga minta maaf apabila ada kesalahan ataupun kekurangan dalam penyampaian informasi ini, maklum lah karena saya juga kan manusia biasa.. hehehe

Berawal dari kehidupan sehari-hari dirumah saya, yang sering banget nonton tv buat hiburan keluarga, dimana masing-masing pengisi rumah, baik bapak, ibu kakak, adik, ponakan dll, termasuk saya punya acara favorit yang ditonton. Seperti umumnya orang-orang lain, yang biasanya menjadi acara favorit dirumah, yang cewek acaranya kalo ngga sinetron atau juga acara dangdut, terus kalo cowok sukanya nonton bola, bener ga sob.. hehee.. Nah karena ada kendala sedikit kalo mau nonton dirumah seperti gambarnya kurang jernih alias banyak semut, dan masing-masing channel juga ga sama tingkat kejernihannya. Ada yang lebih bagus dan ada yang lebih jelek, sehingga membuat ga nyaman pada waktu kita lagi nonton tv. maka saya mencoba mencari solusi bagaimana saya bisa nonton tv dengan gambar qualitas bagus, tanpa semut dan nyaman dimata.

Pada awalnya saya ingin memasang antena parabola, karena dirumah saat itu cuma pake antena UHF biasa yang dipasang didepan rumah setinggi 6-7 m dari tanah. tapi gambar yang didapatkan ga memuaskan, masih banyak semutnya. Dan juga channel yang didapat juga ga banyak. seperti ANTEVE, NET, TV one malah ga dapet sinyal sama sekali.. aneh kan.. padahal lokasi rumah saya ada di daerah Cengkareng Jakarta Barat. Deket dengan beberapa pemancar stasiun TV lokal. Dan kebetulan saya dirumah juga pake TV LED 32 inc. jadi sayang juga kan TV nya udah lumayan bagus tapi ga nyaman dan puas kalo lagi nonton tv.

Kembali ke rencana saya yang ingin masang antena parabola. Setelah googling dan me review para jasa pemasang antena parabola yang ada di internet, ketemu satu Supplier yang cocok nih menurut saya. harganya sekitar Rp, 2.5 jt. Parabola yang saya pesan ini sudah bisa untuk siaran FTA (Free To Air) dan Pay TV. Siaran FTA adalah siaran tv format digital tidak berbayar alias gratis. Jadi cocok buat kalangan menengah kebawah seperti saya yang ga pusing sama iuran bulanan. Berbanding tebalik dengan Pay TV yang mengharuskan membeli paket atau voucher untuk bisa menyaksikan siaran Pay TV.

karena saya dan bapak saya suka sekali sama sepakbola jadi saya juga memasang parabola yang bisa digunakan untuk FTA dan Pay TV. Karena siaran bola terlengkap hanya di channel seperti Beinsport ataupun Foxsport. Untuk siaran FTA acara siaran sepakbola secara live nya mungkin sama dengan siaran di Channel UHF. Tapi ada kemungkinan siaran langsungnya juga bisa aja di acak (belum pasti). Nah karena saya saya juga bingung karena informasi yang didapat belum akurat, saya coba lagi googling diinternet. Dan ternyata untuk menonton siaran digital tv di indonesia ga harus menggunakan antena parabola, antena UHF biasa pun bisa. Namun dengan bantuan alat receiper yang disebut dengan Set Top Box (STB) atau sekarang dikenal dengan nama STB DVBT2.

Set Top Box (STB) adalah alat untuk mengkonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara yang dapat ditampilkan di TV. Penggunaannya pun tidak susah, cukup menghubungkan Antena UHF ke STB dan dari STB ke tv. Maka siaran digital terestrial sudah bisa kita dapat. Dan harganya pun ga terlalu mahal, kita bisa beli satu buah STB dengan harga mulai dari RP 260.000,- (CMIIW).

Untuk pemasangan STB ke TV, ga beda jauh sama masang DVD Player ke tv, jadi semua orang pasti bisa memasangnya sendiri.

Untuk sekedar informasi aja kalo siaran tv digital terestrial itu sendiri sudah akan berjalan mulai tahun 2015. Dan rencananya siaran tv analog akan switch off (dimatikan) pada tahun 2018.

"Penyiaran televisi digital terrestrial adalah penyiaran yang menggunakan frekuensi radio VHF / UHF seperti halnya penyiaran analog, akan tetapi dengan format konten yang digital. Dalam penyiaran televisi analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi signal akan makin melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Lain halnya dengan penyiaran televisi digital yang terus menyampaikan gambar dan suara dengan jernih sampai pada titik dimana signal tidak dapat diterima lagi" (sumber Kominfo).

Kenapa siaran tv analog akan ditutup? bahwa telah dinformasikan juga oleh kominfo kalau ternyata sinyal tv analog itu banyak sekali memakai frequensi dan menghabiskan bandwidth. Perlu diketahui juga kalo sekarang aja sinyal HP, Radio, Internet ternyata pakai frekwensi juga seperti tv. Jadi untuk mengurangi pemborosan bandwidth maka negara harus melakukan migrasi dari siaran analog ke siaran digital.

Dan juga banyak keuntungan dengan menggunakan siaran digital ini, antara lain :

  • Kualitas gambar dan suara jernih.
  • Tahan perubahan lingkungan
  • Tahan terhadap efek interferensi
  • Efisiensi spektrum/kanal

Tadinya saya ga percaya dan agak gaptek tentang hal satu ini. Kalo mau beli antena parabola masih mikir karena harganya kemahalan buat kantong saya. Dan akhirnya saya beli STB DVBT2 dengan harapan review yang saya baca di blog-blog lain tentang STB DVBT2 benar-benar Valid dan terbukti.
Setelah saya pesan STB DVBT2 melalui belanja online oleh toko elektronesia.com dan kemudian 2 hari berikutnya barang tsb udah sampe dirumah saya. Setelah saya pasang dan mencari sinyal digital secara otomatis di tv saya, yang muncul hanya sekitar 13 channel, antara lain  RCTI, MNC TV, GLOBAL TV, SCTV, INDOSIAR, TV ONE, TRANSTV, SPORT ONE, TVRI. sisanya cuma slot kosong aja. Channel diatas tampilannya memang jernih banget, qualitas HD, tapi sayang, masih sedikit lost sinyal kadang-kadang. jadi sering berkedip untuk mencari sinyal kalo lagi nonton tv. Malah untuk channel Transtv dan TVone, Sport One masih putus putus kaya nonton dvd bajakan. hehehe
Saya bingung, kenapa hasilnya koq ga sesuai harapan ya.. katanya dengan kita pake receiper ini udah bisa nangkep sinya digital dengan baik dan jernih. Apalagi deket dengan pemancar stasiun TV.
Lalu saya browsing lagi di internet untuk mencari solusinya. Dan dapat informasi bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan sinyal yang bagus dalam menggunakan receiper STB. Antara lain menurut saya yaitu :

  • Lokasi yang masih mendapatkan sinyal digital. Kalo digunung yangjauh dari pemancar tv mungkin susah sob.
  • Tidak terhalang gedung-gedung tinggi.
  • menggunakan antena UHF yang bagus dan bisa menangkap sinyal digital dengan baik.
  • menggunakan kabel antena coaxial qualitas bagus.
  • Posisi arah antena yang tepat.
  • Untuk hasil yang lebih bagus lagi gunakan kabel penghubung HDMI jangan kabel RCA. karena kualitas HDMI lebih tinggi dibanding dengan RCA.

Nah karena saya tinggal di deket daerah perumahan di kawasan cengkareng jakarta barat. Dimana sekeliling rumah saya juga ga ada gedung tinggi, besar kemungkinan sinyal yang saya dapat ga stabil / ga kuat karena antena yang kurang bagus, dan posisi antena pun ga tepat. Tapi setelah satu harian pun saya puter-puter arah antena biar dapet sinyal digital yang bagus, tetep aja yang didapet cuma channel itu aja, dan kadang masih lost sinyal.

Akhirnya saya putuskan untuk membeli antena yang mampu menagkap sinyal digital dengan baik. Setelah saya cari-cari melalui internet, ada beberapa antena recomendasi untuk mendapatkan siaran digital melalui STB DVBT2 dengan hasil yang baik. Yaitu antena merk Yagi dan antena TITIS.
Untuk Antena digital merk Yagi dijual dengan harga sekitar rp. 500,000,- dipasaran. Sedangkan untuk antena merk TITIS dijual dengan harga Rp.90.000,-

Untuk antena Yagi sendiri saya ga tau apakah harga tsb udah termasuk kabelnya atau belum. Sebab saya lebih tertarik dengan antena merk TITIS buatan anak jogja.

Untuk membeli antena TITIS ini dengan harga Rp.90.000,- saya hanya mendapat seperangkat antena aja tanpa kabel ternyata. Dan akhirnya saya putuskan untuk membeli Antena tsb lengkap dengan kabel 15m dan sudah terpasang jack antena dengan harga Rp.183.000,-

Maka  setelah saya pasang, dan berikut hasilnya di tv saya... jrenggg..

SUMBER dan Lanjut Baca: http://fae-zya.blogspot.co.id/2015/03/siaran-digital-tv-dengan-antena-uhf-dan.html

Sponsored Link