Testimoni: Layar Kaca Yogyakarta ala Titis

Testimoni: Layar Kaca Yogyakarta ala Titis

Sudah menjadi kebiasaan saya mengunjungi sebuah blog yang berisi tentang perkembangan televisi digital. Saat mengunjugi blog tersebut beberapa hari lalu, saya menemukan sebuah gambar antena, bermerek Titis. Saya klik gambar tersebut dan saya baca keterangan tentang antena Titis, ternyata antena ini buatan Yogyakarta, tepatnya di Bantul, dan di klaim sebagai antena super peka. Saya pengen beli antena ini.

Kebetulan di blog tersebut juga menyediakan antena Titis untuk dijual. Tapi saya menunda menghubungi nomor penjual tersebut dan memutuskan untuk mencari informasi lagi tentang antena Titis di Google. Muncullah sebuah thread Kaskus yang khusus menjual antena Titis, ditambah testimoni beberapa orang yang telah membeli dan menggunakan antena Titis. Semuanya mengatakan bahwa gambar yang diterima di tv dengan menggunakan antena ini bagus dan jernih. Bahkan ada blogger yang menyatakan bahwa dia bisa menagkap siaran televisi Bojonegoro dari Surabaya. Saya tambah pengen beli antena ini.

Tanpa pikir panjang langsung saya Whatsapp penjual di Kaskus (yang kebetulan orang Jogja), dan berniat untuk membeli 1 buah antena Titis. Ketika saya bilang saya juga berdomisili di Jogja, beliau bilang ‘kenapa gak cari di toko? Sekarang sudah banyak yang jual, tapi belum semua toko’. Oke, saya putuskan untuk mencari sendiri antena Titis. Daerah Seturan dan Babarsari gak ada yang jual, saya coba daerah Gejayan, dan saat itu belum nemu juga. Karena waktu itu sudah malam, saya putuskan besok saja untuk cari Titis.

Keesokan harinya saya coba ke daerah…sebenarnya saya gak tau nama daerahnya, pokoknya deket Klitikan, hehehe… Di sana ada beberapa toko yang jual antena. Saya datangi semuanya dan nihil, mereka kehabisan stok Titis. Saya ingat blog yang pertama saya kunjungi, saya Whatsapp, dan penjualnya bilang sedang ke luar kota, keinginan saya untuk membeli Titis mulai berkurang. Tapi saat saya lewat daerah pasar Gejayan (lagi) saya melihat seonggok antena Titis yang terpasang di atas sebuah toko elektronik. Saya berhenti, dan ternyata antena Titis ada di situ. Kok kemaren gak mampir toko ini ya??? Seneng dong udah dapat si Titis, saat itu juga langsung beli kelengkapan buat pasang antena yang katanya super ini.

Setelah dipasang, dan dicolokin di TV.. Jeng jeng!! Emang jernih. Banget. Sebelumnya saya cuma pake antena dalam aja sih buat nangkap siaran terestrial Yogyakarta, dan ketangkep 16 siaran TV analog dengan kualitas seadanya (ada yang jernih berbintik, ada yang berrrrrrrbintik) Setelah saya scan ulang, ketambahan 4 channel, jadi total saat ini saya dapat menangkap 20 siaran TV analog Yogyakarta. Apa aja?

Ini siaran yang bisa ditangkap dengan antena dalam (16): RCTI, SCTV, MNC TV, antv, Indosiar, Metro TV, Trans TV, Trans 7, Global TV, tvOne, TVRI Jogja, TVRI Nasional, ADiTV, RBTV (Kompas), JogjaTV, NusaTV (B Channel).

Ini siaran tambahan yang bisa ditangkap dengan antena Titis (4): AkindoTV, MMTC TV, MGTV, TATV.

Emang gak semuanya sih jernih, contohnya AkindoTV (VHF), MMTC TV (VHF), ADiTV, mungkin karena powernya kecil, terlebih untuk AkindoTV dan MMTC TV adalah televisi komunitas kampus. Lalu ada MGTV Magelang, mungkin karena letak pemancarnya yang berbeda arah dengan TV yang lain, demikian juga dengan TATV Solo yang entah sekarang pemancarnya ada dimana. Sebab dulu di Jogja bisa dengan jelas menangkap siaran TATV, tapi sekarang susah. Di tempat saya juga gambarnya kadang muncul kadang tidak, tapi sekilas saya melihat ada logo TATV di pojok kanan atas.

Untuk channel lain, saya sudah bandingkan dengan tetangga kamar di kos saya yang menggunakan antena luar Mandra, dengan posisi antena bersebelahan, sama tinggi (rooftop lt.3). Hasilnya televisi saya lebih jernih dalam penyajian gambar. Tetangga saya tidak bisa menangkap AkindoTV, MMTC TV, dan TATV.

Sekitar jam 2 dini hari saya iseng lagi scan ulang (gak bisa tidur juga sih). Hasilnya tv saya menangkap beberapa TV Nasional yang entah dari stasiun relay kota mana saya masih belum tahu, walaupun tidak jernih. Saya juga mendapati siaran GlobalTV dari kota lain dalam frekuensi yang digunakan ADiTV Jogja saat off air. Mungkin ini juga yang menyebabkan gambar ADiTV kurang maksimal diterima.

Dan yang mengejutkan TV saya juga menangkap siaran tve (Television Espanola) dan Xing Kong pada kanal VHF, dengan gambar samar-samar yang penuh dengan semut. Saya belum tahu, ini siaran dari luberan sinyal parabola atau Titis menangkap siaran tv tersebut secara langsung. Tapi kedua tv tersebut apa ada stasiun terestrial-nya?

Terlihat logo tve menjadi background dalam acara berita
Terlihat logo tve menjadi background dalam acara berita
Logo tve di pojok kanan bawah
Logo tve di pojok kanan bawah
Tampak logo Xing Kong pada saat promo program di pojok kiri bawah, dan logo Xing Kong sendiri yang terletak di pojok kanan atas
Tampak logo Xing Kong pada saat promo program di pojok kiri bawah,
dan logo Xing Kong sendiri yang terletak di pojok kanan atas
Kalau ini sinyal luberan parabola kenapa gambar yang diterima sangat jelek. Menurut pengalaman dulu banget waktu sering dapat sinyal luberan parabola, gambar yang diterima bagus, dan biasanya ada antena parabola di sekitar lokasi. Di sekitar kos saya gak ada yang punya parabola. Tapi yang jadi pertanyaan emang masih ada ya sinyal luberan parabola, mengingat sekarang sudah jaman digital dan sudah gak ada lagi siaran satelit analog. Digital meluber? Kayaknya gak deh.

Saya pernah membaca di suatu forum komunitas, ada seorang anggota yang bisa menangkap siaran tv dari Thailand di Jawa Tengah, ada juga yang menangkap siaran dari Malaysia. Masih dari forum yang sama, hal ini telah dibuktikan juga oleh pemburu sinyal VHF/UHF asal Belanda, Rijn Muntjewerff, yang berhasil menangkap siaran VHF/UHF dari 68 negara. Hobi mencari sinyal VHF/UHF ini disebut VHF UHF DX.

Inikah yang terjadi dengan televisi saya? Belum tahu.

tve adalah televisi berbahasa spanyol, menurut wikipedia, di Asia televisi ini terdapat di satelit Asiasat. Sedangkan untuk terestrial-nya hanya terdapat di negara Spanyol.

Xing Kong adalah televisi berbahasa mandarin, menurut wikipedia dan sumber internet lainnya, tv ini berbasis di Hong Kong, terdapat di satelit Asiasat dan beberapa tv berbayar. Informasi yang saya dapatkan sejauh ini, tidak ada siaran terestrialnya.

Kalau ini bukti kedahsyatan Titis, artinya saya bisa menangkap siaran dari Spanyol (tve) dari kota Yogyakarta, Indonesia. Untuk Xing Kong saya masih belum bisa memastikan, mungkin ada terestrial di Hong Kong atau Mainland China, mungkin. Kedua siaran ini hanya bisa tertangkap di layar kaca televisi saya saat dini hari sampai pagi.

Balik lagi ke Titis. Sedikit informasi, antena ini sudah dirancang untuk bisa menangkap siaran digital dengan baik, bahkan sangat direkomendasikan untuk penerimaan siaran digital. Kesimpulan untuk antena Titis adalah memang lebih bagus dan lebih peka dalam menerima sinyal. Gak rugi saya keliling hanya untuk cari si Titis.

SUMBER: http://dwiepratama.tumblr.com/post/60854134416/layar-kaca-yogyakarta-ala-titis

Sponsored Link